HIKMAH DAN PESAN MORAL RAMADHAN

HIKMAH DAN PESAN MORAL RAMADHAN

Ramadhan…Membuka Lembaran Baru Yang Putih Bersinar…

Ramadhan adalah kesempatan untuk memperbaiki diri dan membuka lembaran baru dalam kehidupan ini…Lembaran yang putih, bersih, jernih, bening, bersinar dan bercahaya…

Bersama Allah…Dengan Taubatan Nasuha dan memperbanyak amal saleh yang ikhlas serta kaaffah (total) dalam berIslam…

Bersama Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam…Dengan semakin berpegang teguh kepada Sunnah Beliau…

Bersama Kedua Orang Tua, Suami, Isteri, Anak-Anak, Karib Kerabat dan Sanak Famili…Dengan menyambung tali silaturrahmi dan berbuat baik kepada mereka…

Bersama Sesama…Dengan menjadikan hidup semakin bermanfaat…

Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (Hadis Sahih).

Ramadhan…Bulan Pendidikan Ruhaniah

Ramadhan mengantarkan kita lebih dekat kepada Allah. Dengan puasa kita menjadi orang yang paling dicintai Allah. Puasa melatih kita meninggalkan sikap egois kita dan bukan memperkuatnya. Puasa dengan penuh keimanan dan pengharapan, dapat memenuhi kebutuhan spiritual kita. Sebuah penelitian di Barat menyebutkan bahwa orang yang berpuasa akan lebih tajam pikirannya sehingga mampu menangkap pesan-pesan moral wahyu Ilahi. Orang dewasa adalah orang yang selalu berusaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan ruhaniahnya, bukan kebutuhan-kebutuhan jasmaniahnya. Itulah orang yang sudah sangat dewasa…

Puasa Adalah Bukti Iman dan Cinta Kepada Allah

Puasa adalah ibadah kepada Allah, yaitu seorang hamba mendekatkan diri kepada Allah dengan meninggalkan perkara-perkara yang disukai, dicintai dan diinginkannya daripada makanan, minuman dan syahwat hawa nafsu sehingga tampak jelas kejujuran imannya, kesempurnaan penghambaannya kepada Allah dan kekuatan cintanya serta pengharapannya atas apa yang ada di sisiNya. Seseorang tidak mungkin meninggalkan apa yang dicintainya kecuali disebabkan sesuatu yang lebih agung baginya dari apa yang ditinggalkannya tersebut.

Seorang mukmin rela meninggalkan syahwat nafsu yang dicintainya dan sangat diinginkannya demi untuk mendapatkan ridha Rabbnya karena ia meyakini bahwasanya ridha Allah ada dalam berpuasa.

Oleh karena itu, banyak sekali orang mukmin yang dipaksa untuk berbuka pada bulan Ramadhan sebelum tiba waktunya bahkan sampai diancam dan dipukul, akan tetapi dia tetap tidak mau membatalkan puasanya tanpa alasan yang syar’i. Ini adalah diantara hikmah terbesar dan paling agung dari puasa.

Meraih Takwa Dengan Puasa

Diantara tujuan puasa adalah agar seseorang mencapai tingkatan takwa sebagaimana firman Allah Ta’aala: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183). Orang yang bertakwa adalah orang yang mengerjakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganNya.

Orang yang berpuasa diperintahkan untuk mengerjakan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan sebagaimana sabda Nabi –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengamalkannya serta kebodohan, Allah tidak butuh dengan ia meninggalkan makan dan minumnya (puasanya).” (HR. Bukhari).

Orang yang berpuasa apabila terlintas dalam dirinya keinginan untuk berbuat kemaksiatan, ia segera tersadar bahwa ia sedang berpuasa, lalu ia-pun segera menghindari kemaksiatan tersebut.

Orang yang sedang berpuasa tidak akan membalas kebodohan dengan kebodohan dan caci maki dengan caci maki, ia sadar bahwa orang yang berpuasa harus sanggup menguasai diri dan emosinya.

Pada akhirnya apabila seseorang berpuasa sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam, pasti ia menjadi orang yang bertakwa dan mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan di akhirat.

Dengan Puasa Hati Jernih Untuk Berpikir dan Berdzikir

Diantara hikmah puasa adalah agar supaya hati kita jernih untuk berpikir dan berdzikir karena banyak makan minum serta memuaskan syahwat menyebabkan kelalaian dan adakalanya hati menjadi keras dan buta dari kebenaran karenanya.

Rasulullah -Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Tidaklah seseorang anak adam itu memenuhi suatu bejana yang lebih jelek dari pada perut. Cukuplah bagi seseorang makanan yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika terpaksa harus menambahnya, hendaknya sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk nafasnya.”  (HR. Imam Ahmad dll).

Nafsu perut adalah termasuk perusak yang amat besar. Karena nafsu ini pula Adam -Alaihis Salam dikeluarkan dari surga. Dari nafsu perut pula muncul nafsu kemaluan dan kecenderungan kepada harta benda, dan akhirnya disusul dengan berbagai bencana yang banyak. Semua ini berasal dari kebiasaan memenuhi tuntutan perut.

Sedikit makan itu melembutkan hati, menguatkan daya pikir, serta melemahkan hawa nafsu dan sifat marah. Sedangkan banyak makan akan mengakibatkan kebalikannya.

Berkata Abu Sulaiman Ad-Darani –Rahumahullah: “Sesungguhnya jiwa apabila lapar dan haus menjadi jernih dan lembut hatinya dan apabila kenyang menjadi buta hatinya.”

Puasa Menumbuhkan Kepedulian

Dengan berpuasa, orang kaya akan menyadari betapa banyak nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya berupa kekayaan dan kecukupan sehingga dia tidak pernah kekurangan makan, minum, menikah dan lainnya, padahal banyak orang yang tidak mendapatkan dan merasakan nikmat seperti itu.

Dengan demikian orang kaya tersebut akan memuji Allah dan bersyukur kepadaNya atas kemudahan yang diberikan kepadanya. Orang kaya tersebut juga teringat saudaranya yang fakir miskin, yang adakalanya merasakan kelaparan sepanjang hari dan malam karena ketidakmampuannya. Hal ini menjadikan orang kaya tersebut terdorong dan termotivasi untuk membantunya dengan bershadaqah agar terpenuhi kebutuhannya berupa sandang, pangan dan papan.

Oleh karena inilah, Rasululah -Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam adalah orang yang paling dermawan dan kedermawanan Beliau bertambah ketika datang bulan Ramadhan, yaitu ketika berjumpa Malaikat Jibril -Alaihis Salam yang mengajarkan kepada Beliau Al-Qur’an.

Puasa Latihan Menundukkan dan Menguasai Hawa Nafsu

Diantara hikmah puasa adalah latihan menundukkan dan menguasai hawa nafsu sehingga benar-benar tunduh dan patuh untuk dikendalikan dan diarahkan menuju kebaikan, kebahagiaan dan keselamatan. Karena pada dasarnya nafsu selalu mengajak kepada keburukan kecuali yang dirahmati Allah. Isteri Al-Aziz yang menggoda Nabi Yusuf –Alaihis Salam berkata (sebagian Ahli Tafsir mengatakan bahwa ini adalah ucapan Nabi Yusuf –Alaihis Salam) : “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (QS. Yusuf: 53).

Apabila nafsu dilepaskan dan tidak dikendalikan pasti akan menjerumuskan seseorang ke dalam kehinaan, kebinasaan dan kesengsaraan. Namun, apabila dikendalikan dan ditundukkan pasti seseorang akan mampu membawanya menuju derajat dan kedudukan yang tinggi lagi mulia.

“Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).” (QS. An-Naazi’aat: 37-41).

“dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas (kacau dan sia-sia).” (QS. Al-Kahfi: 28).

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib –Radhiallahu ‘Anhu mengatakan: “Medan pertama yang harus kamu hadapi adalah nafsumu sendiri. Jika kamu menang atasnya maka terhadap yang lainnya kamu lebih menang. Dan jika kamu kalah dengannya maka terhadap yang lainnya kamu lebih kalah. Karena itu, cobalah kamu berjuang melawannya dahulu.”

Seseorang meminta nasehat kepada orang saleh: “Berilah aku nasehat”. Orang saleh tersebut menjawab: “Nafsumu! Jika kamu tidak menyibukkannya dengan yang positif pasti dia akan menyibukkan kamu dengan yang negatif.”

Puasa Mempersempit Ruang Gerak Syetan

Lapar dan haus akan mempersempit aliran darah sehingga menjadi sempit pula ruang gerak syetan di tubuh kita karena syetan mengalir di tubuh kita seperti atau bersama aliran darah sebagaimana hal ini telah disabdakan oleh Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam dalam hadis sahih Bukhari dan Muslim.

Oleh karena ini pula Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Wahai sekalian pemuda! Siapa yang telah mampu untuk menikah diantara kalian maka hendaklah menikah, karena (pernikahan itu) lebih menjaga pandangan mata dan lebih memelihara kemaluan. Barang siapa yang belum mampu maka hendaklah berpuasa (shaum), karena hal itu bisa mengurangi syahwat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hadis tersebut Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam menjadikan berpuasa sebagai sarana untuk mengurangi dan menghancurkan nafsu syahwat.

Inilah rahasia  mengapa orang yang berpuasa mudah melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.

Puasa Menghancurkan Kesombongan

Puasa yang dilakukan dengan benar sesuai tuntunan Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam mampu menghancurkan nafsu-nafsu jahat dan meruntuhkan kesombongan sehingga menjadi tunduk kepada kebenaran dan rendah hati kepada sesama, karena banyak makan, minum dan berhubungan suami isteri membawa kepada sifat sombong, congkak, mau menang sendiri dan merasa tinggi atas orang lain dan tidak mau menerima kebenaran. Ketika seseorang bernafsu untuk makan, minum dan berhubungan suami isteri maka dia akan berusaha untuk memenuhinya, dan apabila telah mampu mendapatkannya dan memenuhinya maka akan timbul perasaan bangga yang tercela yaitu yang berdampak kepada kecongkaan dan kesombongan yang semua itu menjadi penyebab kebinasaannya. Jadi, diantara hikmah puasa adalah menghancurkan kesombongan sehingga seseorang menjadi tawadhu’ dan rendah hati. Allah dan juga manusia membenci orang-orang yang sombong dan mencintai orang-orang yang tawadhu’ dan rendah hati.

Hidup Sehat Dengan Puasa

Puasa memberikan faedah dan keuntungan dari sisi kesehatan karena dengan sedikit makan menjadikan pencernakan mampu untuk beristirahat sementara waktu sehingga kotoran-kotoran dan sisa-sisa yang terdapat di dalamnya terserap oleh tubuh dan tubuhpun menjadi sehat dengan puasa… Dan masih banyak lagi hikmah-hikmah lain dari puasa, semoga kita mendapatkan semuanya, amien…

@Abdullah Hadramy
Share:

Manusia Inkonsisten


Ketika KPK tebang pilih dalam penyelesaian kasus sehingga muncul bocoran Sprindik, maka KPK disebut Inkonsisten
Ketika Polisi memaki maki Sopir bus Transjakarta karena menyerempet pengendara sepeda motor di Jalur bus Tranjakarta yang kemudian kabar terakhir si pengendara motor itu adalah temannya sendiri, maka tindakan polisi ini juga inkonsisten terhadap aturan yang berlaku.
Ketika pak Jokowi berjanji untuk menurunkan nilai tukar rupiah menjadi stabil, tetapi tidak ada tindakan riil dari para ekonomnya dan menterinya, maka Jokowi dikatakan inkonsistensi...hehehehe.

Manusia inkonsisten adalah manusia yang tidak jelas arah fikirannya, manusia yang tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri, manusia yang antara mulutnya dan tindakannya berbeda. Manusia jenis ini akan mengalami kehidupan yang tersiksa dan tidak tenang karena dia harus menjaga keseimbangan antara omongan dan tindakannya, dia akan mengalami ketakutan jika dianggap manusia tidak jelas.

Rasulullah SAW pernah bersabda mengenai ciri-ciri orang munafik. 
  1. Bila berbicara selalu bohong.
    Orang seperti ini tidak bisa dipercayai dalam setiap perkataan yang diucapkannya. Bisa jadi apa yang dibicarakan tidak sesuai dengan hatinya.
  2. Bila berjanji, tidak ditepati
    Orang munafik sulit untuk dipercayai perkataan dan perbuatannya
  3. Bila diberi kepercayaan selalu berkhianat.
    Orang munafik sulit diberikan kepercayaan. Setiap kali kepercayaan yang diberikan tidak dapat dia jaga dengan baik.
kita harus berusaha untuk menjadi pribadi konsisten dihadapan siapapun, kita adalah diri kita sendiri, kita tidak perlu menjadi pribadi orang lain. wajah kita harus sama dihadapan siapapun tidak peduli kasta, jabatan, agama, level dsb.

MARI MENJADI PRIBADI KONSISTEN

wasalam

Jombang, 27 Maret 2015

Saiful Maulana

Share:

Cambukan Pondok Pesantren

Beberapa hari yang lalu, Jombang dihebohkan dengan keberadaan video cambukan rotan kepada santri yang dilakukan di salah satu pondok pesantren di Jombang. belakangan diketahui penyebab hukuman itu adalah karena santri didapati menenggak minuman keras.

Pendapat saya pribadi sbb:
1. Hidup ini beresiko, resiko berhasil dan resiko gagal dan pada akhirnya setiap kegagalan akan menyakitkan. Sebagaimana ketika kecil, orang tua kita akan membelikan sepeda jika kita naik kelas, tetapi jika tidak naik kelas kita akhirnya tidak dibelikan sepeda. ini sangat menyakitkan bagi kita, tetapi aturan diawal sudah ditetapkan tetapi kita tidak mampu mencapainya dimana yang lain bisa.
2. Pertanda taubat seseorang adalah dengan hukuman, sebagaimana jaman Nabi jika melakukan zina, maka dirajam, jika mencuri dipotong tangan dst. Taubat ini akan diterima Allah Insyallah. bagi orang yang memperdulikan akhiratnya, maka lebih baik dosa ditebus di dunia saja.
3. Seharusnya berita seperti ini tidak perlu membuat heboh seIndonesia raya.
4. Pengunggah biasanya tidak senang dengan keberadaan aturan tsb karena terlihat kejam dan tidak berperikemanusiaan.

Menurut Gus Qoyim yang menjadi pimpinan pondok pesantren, hukuman sudah diketahui awal awal oleh santri dan juga keluarganya dan mereka ikhlas dengan hukuman tersebut, hukuman menandakan bahwa santri tersebut bersalah dan akan bertaubat.

Pada akhirnya, dengan hebohnya video ini maka akan ada penggiringan opini dari sebagian orang bahwa pondok pesantren mengajarkan kekerasan  sehingga pada satu saat pemerintah akan turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini. Pada satu saat bisa juga pondok pesantren akan di bredel kurikulumnya, akan dipilah mana kitab yang diperbolehkan dst....hampir sama dengan represifnya Mesir dimana khutbah Jumat materinya ditentukan pemerintah, ulamanya pilihan pemerintah dst..

Dunia makin tua................

Beberapa bulan yang lalu, Pak Kyai di Jombang sempat berbicara dengan nada tinggi, karena ada sebagian orang mengatasnamakan Lembaga HAM mengkritik kebudayaan pesantren yang dianggap keras dan kolot, semisal memberi hukuman pukul tangan dsb. pak Kyai bilang itu urusan internal pondok kami sendiri, itu cara kami mendidik santri supaya jadi ulama, kalian tidak perlu mengajari kami. Persetan atas nama HAM yang berbuat tidak adil dan apa yang sudah anda perbuat untuk Palestina ketika diserang Israel/Amerika???

Ini mengingatkan saya sekitar 10 tahun yang lalu, ada opini bahwa teroris muncul dari pondok pesantren. sama seperti berita di Metrotv bahwa Teroris muncul dari Remas dst.. apakah ini tanda tandanya?????
mari galang persatuan dan kesatuan, musuh dari dalam mulai bergerak atas nama HAM. hak asasi manusia sampah yang hanya punya kepentingan dan standar ganda. apakah pegiat HAM sudah bekerja dengan adil dan profesional???apakah pegiat HAM sudah melakukan bantuan hukum dengan adil??? pegiat HAM hanya akan tajam kebawah dan tidak bisa tajam keatas, sebagaimana perang yang dilakukan oleh Amerika akan terus dibenarkan oleh HAM, Palestina akan selalu dianggap salah oleh HAM.

siapakah pencetus HAM????AMERIKA!!!!

Wallahu a'lam

Jombang, 10 Desember 2014.


Saiful



sumber:
http://beritajatim.com/pendidikan_kesehatan/225694/cetar!_ppuw_jombang_minta_pemerintah_legalkan_hukum_cambuk.html#.VIgR7tKUfSt








Share:

Kenaikan UMK vs Kenaikan BBM

Kenaikan UMK vs Kenaikan BBM

Hanya selang dua hari sejak pengumuman kenaikan BBM oleh Bapak Jokowi tepatnya tanggal 18 Nopember 2014 tengah malam, pada tanggal 20 Nopember 2014 di Jombang terjadi gempar demonstrasi besar besaran yang melibatkan seluruh kaum buruh dalam menuntut upah murah yang coba di floorkan oleh Bupati yakni hanya naik sekitar Rp. 50 rb (3%). Apa hubungan kedua Kenaikan ini???

Demonstrasi kenaikan UMK memunculkan kenekatan, keberanian, heroisme dan kebersamaan yang melibatkan seluruh buruh pabrik di Jombang. Permintaan kenaikan yang dianggap diperlamban ini membuat massa marah dan menghujat Bupati, bagaimana hujatan coba cari di medsos, Facebook, Twitter dll!!!. Demonstrasi menuntut UMK membuat kebersamaan karena buruh satu visi yakni mendapatkan upah layak untuk hidup di Jombang.

Beda dengan kenaikan BBM yang sepertinya masih khilafiyah, ada yang setuju dan ada yang tidak. Bagi sebagian besar rakyat kecil memang kenaikan ini membuat penderitaan bertambah. angkot, penjual pecel keliling, petani, tukang becak dll menderita. Tetapi ada juga orang yang mendukung kenaikan ini dengan alasan penyelamatan APBN, uang negara dll sebagaimana cerita tetangga pak tua tukang becak yang membela kenaikan BBM ini, persis dengan alasan penyelamatan keuangan negara seperti yang dibahas tiap jam di Metro TV...hehehe. saya yakin diantara para buruh tersebut ada sebagian yang menyetujui kenaikan BBM???

Bagi saya mungkin fanatisme berlebihan harus bisa di replace dengan kelogisan berpikir, artinya harus ada perbandingan lurus cara berpikir. Dengan bersatunya buruh dalam menuntut kenaikan UMK, maka harusnya buruh juga bersatu padu dalam memprotes kenaikan BBM. jika buruh bersatu dalam demo kenaikan UMK tapi dia juga setuju kenaikan BBM ini tidak logis sama sekali. Bingung dan Gagal Paham.....hehhee

Walhasil bersyukurlah para buruh tanggal 21 Nop 2014, ditetapkan kenaikan upah Jombang sebesar 17% ini sebenarnya cukup besar, besar kecilnya kenaikan UMK adalah relatif sesuai kebutuhan hidup. sekali lagi besar kecilnya kenaikan ini adalah relatif. Seseorang yang belum berkeluarga, mungkin gaji tetap sebesar Rp. 1.725.000,- di kota Jombang itu mungkin cukup, hal ini mungkin berbeda jika karyawan sudah berkeluarga.

Pertanyaannya lagi adalah BBM yang sudah dinaikkan Rp. 2000,- apakah bisa diturunkan oleh rezim Jokowi paling gak turun Rp. 1000,-??? apalagi dengan turunnya harga minyak dunia per barrel. Wallahu a'lam

Rangkuman:
Tulisan ini intinya mengkritisi kegagalan berpikir kawan kawan, seharusnya kita sama dan sependapat jika kita syukuri kenaikan UMK dan memprotes kenaikan BBM. Jangan kemudian kita setuju UMK naik, tetapi setuju juga BBM naik itu namanya gagal paham dan tidak logis dipandang dari sudut manapun.


Jombang, 22 Nopember 2014


Saiful





Share:

generasi 80-an vs Generasi millenium

Jarak rumah saya dengan Musholla sekitar 60 meter, biasanya saya selalu mengajak kedua anak saya untuk ke Musholla waktu Maghrib maupun Isya', Dhuhur dan ashar saya masih kerja,  kalau subuh saya  masih sulit bangun lebih pagi ke musholla :) doakan ya
pada waktu maghrib dan isya' ini pemandangan sangat kontras saya temukan di Musholla, yakni musholla mayoritas diisi kaum tua dan anak kecil, kaum tua umur mungkin berisi 50 tahunan keatas, sedang anak kecil mungkin berumur 12 tahunan kebawah, ada beberapa anak muda adalah anaknya kyai samping rumah. saya bertanya dalam hati kemana anak mudanya sebaya SMP, SMA, maupun kuliahan? saya kemudian berpikiran bahwa generasi muda saat ini sedikit demi sedikit mulai mundur keinginan belajar agama dan ibadahnya, mereka lebih suka cangkrukan dipinggir jalan. anak muda sekarang lebih suka melihat sinetron daripada pergi ke masjid, anak muda sekrang lebih suka ke warnet untuk game online daripada ngaji ke kyai, anak muda lebih suka mainan HP untuk chattingan daripada membantu orang tuanya.
Hal ini berbanding terbalik dengan pendidikan orangtua jaman dulu, Jaman saya kecil di kampung halaman, jaman belum ada listrik masuk desa :), orangtua saya cukup ketat jika menyangkut agama, sholat 5 waktu harus ke masjid, ngaji tiap sore baik ngaji Quran, fiqh, Sirah dll. sehingga masjid dikampung selalu dipadati jamaah sholat, Mereka masih ingin masuk surga.
Saat ini anak saya sekolah di Madrasah Ibtidaiyah yang saya lihat muatan agama yang merupakan pondasi awal anak dan pendidikan formalnya berimbang. Otak anak kecil harus dipenuhi dengan muatan agama, Quran, doa, akhlak dsb. Anak pertama yang berumur 7 tahun alhamdulillah sudah menjalankan sholat 5 waktu atas kesadaran sendiri, sekali lagi kesadaran mereka sendiri atas pendidikan disekolah mungkin. Anak saya saat ini sudah menginjak juz 20 dengan membaca Mushaf Beirut.
Saya akan mencoba membimbing dengan baik anak-anak sekuat saya, kami yakin orang pandai, cerdas, jujur dan para ilmuwan adalah orang yang masa kecilnya memang punya pendidikan agama yang baik, bukan anak yang sering cangkrukan pinggir jalan, dugem dll. orang cerdas dilahirkan dari keluarga yang orangtuanya peduli terhadap anak-anaknya.


Jombang, 30 Oktober 2014


Saiful


Share:

Aktivis

Kita sering mendengar bahwa si A adalah aktivis. jika kita teliti kata aktivis dari kamus bahasa Indonesia adalah orang yang bekerja aktif mendorong pelaksanaan sesuatu atau berbagai kegiatan dalam organisasinya. artinya aktivis adalah manusia yang mempunyai keaktifan dalam bekerja, berdiskusi, bekerja, berpikir dll yang akhirnya semua bisa dinikmati orang lain.
Dari arti tersebut saya berpikiran bahwa siapapun bisa disebut aktivis ketika dia memang aktif, menggerakkan massa atau pemikiran dalam bidang tertentu untuk kemajuan sebuah organisasi atau perusahaan. meskipun ada orang pandai, cerdas tapi dia tidak mem-floor-kan ide, gagasan dan hanya pasif maka dia bukan seorang aktivis.
Dalam sebuah perusahaan terkadang juga ada aktivis yakni orang yang tidak henti hentinya menyampaikan kebenaran dan menolak perbuatan semena-mena, meskipun hanya menyampaikan ide saja. mereka biasanya akan disisihkan karena dianggap sebagai "penyakit" dan sulit memajukan perusahaan. pada akhirnya banyak orang yang vokal akan merasakan tidak dihargai dan disisihkan sehingga resign dengan sendirinya :). banggalah jadi Aktivis.
bagi saya sendiri, keberadaan orang yang vokal dan bersuara lantang ini tetap perlu sebagai penyeimbang sebagaimana KMP vs KIH.....hahaha akhirnya masuk dunia politik lagi.
Sebuah serikat kerja tetap akan dibutuhkan disebuah pabrik atau perusahaan untuk memberi keseimbangan antara buruh dan juragan, karena itu pemerintah pasti mewajibkan setiap perusahaan untuk memfasilitasi serikat kerja di perusahaannya. Pihak serikat kerja dan perusahaan harus fair dalam bekerja, aturan main ada dan jelas. Judi, minum miras, merokok, adu jotos pasti harus dikeluarkan itu sudah jelas jadi gak usah dibela-bela orang seperti ini. untuk mem PHK juga jangan bingung, aturan ada dan jelas keluarkan beres!!!
Aktivis harus mempunyai akal dan argumentasi yang kuat, bukan hanya sekedar ikut-ikutan saja, kalau sekedar ikut-ikutan saja biasanya disebut wayang yang berlagak ngaktifis...hehehehe. Selamat menjadi aktifis untuk masa depan lebih baik, kita bukan hanya robot yang bisa diperintah, tapi kita punya akal untuk menerima dan menjalankan. Tanyalah jika belum jelas, pikir dan jalankan jika sudah jelas. so jadilah orang yang cerdas bukan hanya pengekor (baca: ngaktivis).

ANAK MUDA SELALU BERKATA; BERIKAN KAMI KEKUASAAN, PASTI AKAN KAMI GUNCANG DUNIA!!!

aktivis;
[n] (1) orang (terutama anggota organisasi politik, sosial, buruh, petani, pemuda, mahasiswa, wanita) yg bekerja aktif mendorong pelaksanaan sesuatu atau berbagai kegiatan dl organisasinya

Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/aktivis/mirip#ixzz3GextdDz2


Jombang, 20 Oktober 2014


saiful
Share:

Manajemen Tradisional vs Manajemen Modern

Kalau kita bekerja di sebuah pabrik besar dan bonafid kita akan melihat bagaimana semua bagian, semua lini, semua level dari bawah sampai atas mereka akan sangat menghormati SOP dan aturan yang berjalan, meskipun aturan bisa berbeda antara pabrik satu dengan pabrik lainnya. SOP ibarat kitab suci yang harus dipahami bersama kemudian dijalankan, SOP ibarat Pancasila yang harus dihormati dan dilaksanakan.
Ketidakmampuan akan menjalankan SOP hanya akan membuat organisasi ataupun pabrik amburadul yang pada akhirnya membuat pabrik mengalami kerugian. Level atasan yang bisa menjalankan SOP harus orang yang pandai, konsisten, mampu memimpin, bisa berkomunikasi dsb. SOP bisa dijalankan pada orang yang berpendidikan.
Amburadulnya perusahaan karena SOP belum dianggap sebagai aturan yang mengikat. bahkan SOP ini bisa dilanggar oleh atasan sendiri??? ehmm bagaimana mungkin bisa bawahan mengikuti aturan yang tidak konsisten, guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Cara berpikir Tradisional akan menghasilkan nilai yang rendah juga.
Bagi saya bawahan adalah ibarat tentara yang bisa melakukan kerja apa saja yang diperintahkan atasannya. Atasan ibarat kepala, bawahan ibarat ekor. Rekrutmen pemimpin harus dari berbagai aspek, bukan hanya kenal dan baik saja.
Beda Manajemen Tradisional vs Manajemen Modern secara sekilas sbb:
1. Manajemen Tradisional tidak pernah menjalankan SOP dan aturan, cukup perintah atasan selesai, sedangkan Manajemen modern akan membuat planning matang untuk mencapai dan semua level menghormati aturan.
2. Manajemen Tradisional anti kritik dan masukan yang membuat perusahaan hanya jalan ditempat, kita perlu ingat bahwa otak manusia pemberian Tuhan sangat terbatas. Manajemen Modern akan melibatkan semua karyawan dalam mengambil keputusan, memanusiakan manusia.
3. Di Manajemen Tradisional masih ada KKN (korupsi, Kolusi Nepotisme) yang kental, sedangkan Manajemen Modern akan menjadikan asas profesionalisme dalam pekerjaannya.
4. Manajemen Tradisional akan merekrut orang yang hanya bisa diperintah dan siap, sedangkan Manajemen Modern akan mencari orang yang profesional dan berintegritas.
5. Manajemen Tradisional membuat sistem kerja koboy artinya tembak sana tembak sini, perintah sana perintah sini karena atasan adalah bos, manajemen Modern akan melakukan koordinasi kerja berdasar perencanaan dan aturan.
6. dst......

setiap yang sakit ada obatnya, setiap masalah ada penyelesaiannya SO selamat memperbaiki dengan cerdas.

Jombang, 16 Oktober 2014


saiful



Share:

Kisah Isa AS di Akhir Zaman

Sebuah Tinjauan Nubuwah tentang Turunnya Isa as di Akhir Zaman
Kajian tentang kemunculan Al-Mahdi dan keluarnya Dajjal selalu beriringan dengan pembahasan turunnya Nabi Isa as. Kedatangan Isa yang akan memberikan dukungan terhadap Al Mahdi dan Thaifah Manshurah yang bersamanya, lalu memerangi Dajjal dan membunuhnya merupakan bagian dari keimanan seorang muslim terhadap tanda-tanda kiamat kubra. Turunnya Nabi Isa di akhir zaman adalah masalah akidah yang telah tetap berdasar Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shahihah yang mencapai derajat mutawatir.
Dalil-dalil dari Al-Qur’an
Pertama, firman Allah Ta’ala: Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.” (QS. Az Zukhruf [43]: 57-61).
Konteks ayat-ayat ini bercerita tentang kisah Nabi Isa. Pada akhir rangkaian ayat-ayat tersebut, Allah berfirman وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Maknanya adalah, turunnya Nabi Isa sebelum terjadinya kiamat kelak merupakan pertanda bahwa terjadinya kiamat sudah sangat dekat. Makna ini dikuatkan oleh qira’ah Ibnu Abbas, Mujahid dan sejumlah ulama tafsir lainnya yang membaca ayat ini dengan memfathahkan huruf ‘ain dan lam pada lafal la-‘ilmun sehingga menjadi وَإِنَّهُ لَعَلَمٌ لِلسَّاعَةِ, yang maknanya adalah ‘Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar merupakan salah satu tanda (dekatnya) hari kiamat’.[1]
Kedua, firman Allah Ta’ala: “Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan ada­lah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” “Tidak ada seorang pun dari ahli kitab kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan pada hari kiamat nanti Isa akan menjadi saksi terhadap mereka.” (QS. An-Nisa’ [4]: 157-159).
Ayat-ayat dalam surat An-Nisa’ di atas menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi tidak mampu membunuh Nabi Isa, tidak pula mampu menyalibnya, karena Nabi Isa telah diangkat oleh Allah Ta’ala ke langit lengkap dengan jasad dan ruhnya. Nabi Isa tidak dibunuh dan tidak disalib, tetapi ada orang yang diserupakan dengan Isa di mata mereka, dan orang itulah yang mereka salib sebagaimana firman Allah Ta’ala: Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya.
Makna lafazh di dalam firman Allah بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ mengandung arti bahwa Allah telah mengangkat Isa lengkap dengan jasad dan ruhnya, sehingga dengan demikian tercapai bantahan terhadap pengakuan orang-orang Yahudi bahwa mereka telah membunuh dan menyalibnya, karena pembunuhan dan penyaliban itu hanya terjadi pada jasad saja. Dalam hal ini, pengangkatan ruhnya saja tidak cukup untuk membantah pengakuan mereka itu. Karena yang disebut oleh Isa itu mencakup badan dan ruh, sehingga tidak cukup dengan hanya menyebut salah satu dari kedua unsur itu, kecuali ada bukti yang membenarkan, sedangkan di sini tidak ada bukti seperti itu. Lagi pula, pengangkatan ruh dan jasadnya secara keseluruhan itu sesuai dengan keperkasaan Allah Yang Maha Sempurna, dan sesuai dengan hikmah, kemuliaan dan pertolongan yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang dikehendaki-Nya.
Dalil-Dalil dari As-Sunnah
Terdapat banyak hadits shahih yang menjelaskan bahwa Nabi Isa belum wafat. Isa diangkat oleh Allah ke langit —sebagaimana dijelaskan oleh ayat-ayat di atas— dan kelak di akhir zaman akan turun kembali ke dunia untuk memerangi Dajjal, menegakkan keadilan Islam, dan akhirnya wafat dan dikebumikan di bumi layaknya manusia yang lain. Di antara hadits-hadits tersebut adalah,
1. Rasulullah bersabda: “Tidak akan terjadi kiamat sehingga turun kepada kalian Ibnu Maryam sebagai hakim yang adil, ia mematahkan salib, membunuh babi, menghentikan jizyah dan melimpahkan harta sehingga tidak ada seorang pun yang mau menerima pemberian harta.”[2]
2. Rasulullah bersabda: “Bagaimana keadaan kalian apabila Ibnu Maryam turun di antara kalian sedangkan yang menjadi imam (pemimpin) kalian berasal dari kalangan kalian sendiri?”[3]
3. Dari Jabir bin Abdullah ia berkata: Saya mendengar Nabi bersabda: “Akan senantiasa ada di antara umatku satu kelompok yang berperang di atas kebenaran, mereka senantiasa menang hingga hari kiamat.” Beliau bersabda: “Lantas Isa ibnu Maryam turun, maka pemimpin kelompok tersebut berkata, ‘Kemarilah, shalatlah sebagai imam kami!’ Maka Isa menjawab, “Tidak, sebagian kalian memimpin sebagian yang lain sebagai penghormatan Allah terhadap umat ini.”[4]
Bagaimana dan kapan Nabi Isa turun ke Bumi ?
Setelah Dajjal muncul dan melakukan perusakan dan penghancuran di muka bumi, Allah mengutus Isa ‘alaihissalam untuk turun ke bumi turun di menara putih di timur Damsyiq, Siria. Beliau mengenakan dua buah pakaian yang dicelup dengan waras dan za’faran; beliau taruh kedua telapak tangan beliau di sayap dua orang Malaikat. Bila beliau menundukkan kepala, meneteslah / menurunlah rambutnya, dan bila diangkat kelihatan landai seperti mutiara. Dan tidak ada orang kafir yang mencium nafasnya kecuali akan mati, dan nafasnya itu sejauh pandangan matanya.
Beliau akan turun pada kelompok yang diberi pertolongan oleh Allah yang berperang untuk menegakkan kebenaran dan bersatu-padu menghadapi Dajjal. Nabi Isa as. turun pada waktu sedang diiqamati shalat, lantas beliau shalat di belakang pemimpin kelompok itu. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Ketika Allah telah mengutus al-Masih Ibnu Maryam, maka turunlah ia di menara putih di sebelah timur Damsyiq dengan mengenakan dua buah pakaian yang dicelup dengan waras dan za’faran, dan kedua telapak tangannya diletakkannya di sayap dua Malaikat; bila ia menundukkan kepala maka menurunlah rambutnya, dan jika diangkatnya kelihatan landai seperti mutiara. Maka tidak ada orang kafirpun yang mencium nafasnya kecualipasti meninggal dunia, padahal nafasnya itu sejauh mata memandang. Lain Isa mencari Dajjal hingga menjumpainya dipintu Lud, lantas dibunuhnya Dajjal. Kemudian Isa datang kepada suatu kaum yang telah dilindungi oleh Allah dari Dajjal, lalu Isa mengusap wajah mereka dan memberi tahu mereka tentang derajat mereka di surga. “[5]
Ibnu Katsir berkata, “Inilah yang termasyhur mengenai tempat turunnya Isa, yaitu di menara putih bagian timur Damsyiq. Dan dalam beberapa kitab saya baca beliau turun di menara putih sebelah timur masjid Jami’ Damsyiq, dan ini rupanya pendapat yang lebih terpelihara. Karena di Damsyiq tidak dikenal ada menara di bagian timur selain di sebelah Masjid Jami’ Umawi di Damsyiq sebelah timur. Inilah pendapat yang lebih sesuai karena beliau turun ketika sedang dibacakan iqamat untuk shalat, lalu imam kaum Muslimin berkata kepada beliau, “Wahai Ruh Allah, majulah untuk mengimami shalat.” Kemudian beliau menjawab, “Anda saja yang maju menjadi imam, karena iqamat tadi dibacakan untuk Anda.” Dan dalam satu riwayat dikatakan bahwa Isa berkata, “Sebagian Anda merupakan amir (pemimpin) bagi sebagian yang lain, sebagai penghormatan dari Allah untuk umat ini.” [6]
Tersebarnya Keamanan dan Barakah pada Zaman Isa ‘Alaihis-salam
Betapa menyenangkan seandainya kita termasuk yang mendapatkan karunia untuk tinggal semasa dengan nabi Isa as. Karena di masa beliau kehidupan manusia benar benar aman dan damai, bahkan kedamaian itu bukan hanya milik manusia, tetapi juga merata hingga kepada binatang. Zaman Isa ‘alaihissalam (setelah turun kembali ke bumi) ini merupakan zaman yang penuh keamanan, kesejahteraan, dan kemakmuran serta kelapangan. Allah menurunkan hujan yang lebat, bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan serta banyak barakahnya, harta melimpah ruah; dendam, dengki, dan kebencian hilang sirna.
Dalam hadits Nawwas bin Sam’an yang panjang yang membicarakan tentang Dajjal, turunnya Isa, keluarnya Ya’juj dan Ma’juj pada zaman Isa ‘alaihissalam, dan do’a Isa agar mereka dihancurkan, Rasulullah saw bersabda:
“… Kemudian Allah menurunkan hujan, dan tak ada rumah tanah liat maupun bulu yang dapat menahan airnya, lantas mencuci bumi hingga bersih seperti cermin kaca. Kemudian diperintahkan kepada kami: ‘Tumbuhkanlah buah-buahanmu dan kembalikanlah barakahmu.’ Maka pada hari itu sejumlah orang dapat memakan buah delima dan bernaung di bawahnya. Dan susupun diberi barakah, sehingga susu seekor unta bunting yang sudah dekat melahirkan dapat mencukupi banyak orang, susu seekor sapi mencukupi untuk orang satu kabilah, dan susu seekor kambing mencukupi untuk satu keluarga….” [7]
Rasulullah saw bersabda :
“Demi Allah, sesungguhnya Isa putra Maryam akan turun ke bumi sebagai hakim yang adil, akan membebaskan jizyah, unta-unta muda akan dibiarkan hingga tidak ada yang mau mengurusinya lagi, sifat bakhil, saling membenci, dan saling dengki akan hilang, dan orang-orang akan memanggil-manggil orang lain yang mau menerima hartanya (shadaqahnya), tetapi tidak ada seorangpun yang mau menerimanya.[8]
Imam Nawawi berkata, “Maknanya, bahwa pada saat itu orang-orang sudah tidak tertarik lagi untuk memelihara unta karena banyaknya harta kekayaan, keinginan sedikit, kebutuhan tidak ada, dan sudah tahu bahwa kiamat telah dekat. Dan disebutkannya lafal al-qilash (unta muda) dalam hadits ini karena unta muda itu merupakan harta yang paling baik bagi bangsa Arab (pada waktu itu).
Kiamat di Ambang Pintu
Masa tinggal Isa di bumi setelah turun dari langit menurut riwayat adalah se­lama tujuh tahun, dan menurut sebagian riwayat yang lain lagi selama empat puluh tahun. Setelah itu wafat pula Imam Mahdi dan Al Qahthani yang melanjutkan kepemimpinannya. Tidak lama setelah itu, terbitlah matahari dari barat dan binatang melata yang keluar dari perut bumi yang memberikan tanda kufur dan iman atas setiap manusia. Ketika itu setiap mukmin segera mengetahui bahwa itulah detik detik kemunculan angina lembut dari yaman yang akan mencabut nyawa setiap mukmin. Setelah itu, tidak seorangpun manusia yang masih memiliki keimanan kecuali akan menemui ajalnya. Ketika seluruh penduduk manusia tidak lagi menyebut Allah, itulah kondisi seburuk-buruk manusia, dan kepada merekalah kiamat akan terjadi. Wallahu a’lam bish shawab.

[1]. Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Al-Qurthubi.
[2]. HR. Bukhari: no. 2296.
[3]. HR. Bukhari: Kitabu ahaditsil anbiya’ no. 3193 dan Muslim: Kitabul iman no. 222, 223, 224.
[4]. HR. Muslim: Kitabul iman no. 225
[5] (Shahih Muslim, Kitab al-Fitan wa Asyrathis Sa ‘ah, Bab DzikrAd-Dajjal 18: 67-68).
[6] Shahih Muslim
[7] Shahih Muslim, Kitabul Fitan, Bab Dzikrid Dajjal 18: 63-70
[8] Shahih Muslim, Bab Nuzuuli Isa ‘Alai­hissalam 2:192

sumber : http://granadamediatama.wordpress.com/
Share:

Pendek Akal vs Panjang Akal



Dengan pengalaman hidup yang kita lalui, kita akan mampu melihat dan menilai apakah teman kita model psikologis cerdas, psikologis pemarah, psikologis ngawur dll yang pada akhirnya kita akan bisa melihat model orang Pendek akal dan panjang akal. jika sudah mampu membandingkan, kita harus bisa dan tahu cara menghadapinya. Beberapa perbandingan orang Pendek akal dan Panjang akal yang ada disekitar kita adalah:
  1. Masalah selalu dirasakan susah bagi orang yang pendek akal, sebaliknya masalah akan selalu bisa diselesaikan oleh orang yang panjang akal. 
  2. Menggerutu dan marah menjadi pelampiasan orang pendek akal, sebaliknya lapang dada dan sabar menjadi kepribadian orang panjang akal.
  3. Berusaha mempersulit orang lain adalah pekerjaan orang pendek akal, sedangkan bijaksana dan tepat mengambil keputusan adalah isi otak orang panjang akal.
  4. Kaku dan intoleran menjadi darah daging orang pendek akal, sedangkan mencari jalan keluar terbaik dan minim resiko adalah kecerdasan orang panjang akal.
  5. Menganggap dunia adalah ladang mencari kekayaan adalah model pikiran Orang pendek akal, sedangkan "Mampir Ngombe" adalah model berpikir orang panjang akal.
  6. Mencari kesalahan orang lain sedang aib sendiri tidak tahu jelaslah model orang Pendek akal, sebaliknya melihat aib diri sebelum melihat aib orang lain adalah manusia panjang akal.
Kita akan memilih yang mana terserah pendidikan kita (pendidikan formal dan agama).


Jombang, 19 September 2014



Saiful

Share:

Preman Berdasi

Generasi Biru Indonesia
Preman hanyalah menjadi masalah bagi masyarakat. Kita masih ingat beberapa waktu yang lalu di internet ada jasa preman, jasa ini bermacam-macam, ada yang sebagai debt collector, ada yang membuat jera dengan memukul dan meneror ada juga yang sampai melakukan pembunuhan terencana.
Jaman sudah lebih maju, sepak terjang preman akan bertransformasi menjadi lebih elegan, tanpa melakukan kekerasan fisik. Mereka beraksi bak tikus-tikus kantor, makan sana sini, gerogoti apa yang bisa dimakan yang penting bisa menjadi uang. Di kantor/instansi, mereka bukan lagi level bawah, tetapi lebih atas bahkan paling atas. Mereka adalah para Decision Maker. Decision Maker bertindak seperti pengemis.
Untuk dapat memasuki instansi atau pekerjaan tertentu selalu ada uang pelicin yang menjadi makanan para preman berdasi ini. Sepandai, sepintar, sekompeten apapun akan ditolak jika tidak membawa pelicin ini. Coba kita membayangkan bagaimana tempat kerja kita bisa maju jika orang "titipan" ini masuk dan menjadi teman kita, mereka hanya akan menjadi masalah karena ingin diajak maju sudah tidak bisa. mereka juga akan berusaha mengembalikan "dana" mereka.
Sistem sebaik apapun akan tetap bisa dijebol jika pelaku sistem adalah orang yang rusak. Sistem CAT yang konon tidak bisa ditembus level bawah, tetap akan dijebol oleh level atas :)
Ini hanyalah refleksi kekecewaan generasi muda yang melihat birokrasi komplek. Anak muda harus berfikir lurus dan maju kedepan karena mereka punya ilmu yang lebih dibanding para senior mereka. Anak muda harus punya integritas, anak muda harus punya pandangan jauh kedepan, anak muda harus bisa memperbaiki kebijakan yang salah kaprah, anak muda harus punya leadership tangguh. Anak muda hanya akan menolak sogokan, anak muda punya potensi diri lebih.
Indonesia harus punya generasi emas dimulai kita dan anak cucu kita.

#refleksi rekrutmen CPNS

Jombang, 16 September 2014


Saiful









Share:

Popular Posts

Popular Post

Recent Posts