Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Outbound "Be An Unlimit Possibilities Team" PT. SGS Jatim

Outbound "Be An Unlimit Possibilities Team" PT. SGS Jatim

Tanggal 14-15 Desember 2019 menjadi hari kesekian kali dalam mengikuti outbound kali ini kami bersama level Kabag-Kadiv di perusahaan, sudah kesekian kali nya saya mengikuti outbound dan game game yang ada walaupun sifatnya sama tapi akan menjadi hiburan tersendiri.
dimulai dari perjalanan pagi hari Sabtu, 14 Desember 2019 yang kami ijin tidak bekerja langsung menuju bis yang diparkir di depan kantor.
sesampai di lokasi sekitar pukul 9:30 WIB, langsung disambut dengan makan dan minuman ringan dan masuk ke area pertemuan.

beberapa point positif dari Outbound kali ini sbb:
1. Kekompakan tim selalu diperlukan, apalagi dengan beda divisi dan bagian.
2. tugas yang dibebankan dalam training membutuhkan pemikiran dengan banyak tim maka akhirnya bisa diselesaikan dengan baik walaupun perlu usaha lebih.
3. sentuh bawahan dengan hati, pimpinan perusahaan harus bisa membuat karyawan, staf dan level dibawah mereka bisa tersentuh. bekerja dengan kemauan maka hasil akan segera dicapai
4. Ibadah sholat dan lainnya harus dilakukan dengan rutin. orang yang punya keyakinan biasanya bekerja dengan baik.
5. Take it or Leave it, ambil atau tinggalkan....jangan setengah setengah dalam bekerja

tidak disangka saya ketemu dengan trainer senior pak Askan Setiabudi, seniot kami. sempat beberapa kali di training beliau ketika MABA di ekonomi UNIBRAW.



terimakasih management

Jombang, 16 Desember 2019


Saiful

Share:

Novel Baswedan di teror

Teror untuk Novel

Novel Baswedan adalah salah satu penyidik KPK yang moncer dalam menangani kasus kakap. Kita lihat kembali prestasi Novel yang membongkar kasus kakap dan membuka borok para petinggi negara, beberapa kasus yang sudah dibongkar sbb:
1. Simulator SIM yang menyeret petinggi polisi.
2. E KTP
nomor 2 adalah Kasus yang sedang ditangani saat ini.
Dalam kurun waktu semenjak dia berprofesi menjadi penyidik KPK, banyak sekali pemberitaan teror terhadap Novel, mulai dari penabrakan sepeda motor Novel ketika berangkat bekerja, penabrakan mobil dll. teror terakhir adalah penyiraman air keras ke wajah Novel sepulang dari Masjid untuk sholat subuh berjamaah.
Saya agak iri terhadap Novel, dia punya prinsip kuat walaupun banyak tawaran jabatan menggiurkan termasuk menjabat di institusi BUMN yang pasti gaji selangit. namun kenapa dia tetap berada pada posisi saat ini menjadi penyidik KPK yang mempertaruhkan nyawanya maupun keluarga?
saya kira Novel punya prinsip bukan duniawi, dia ingin menyelamatkan Indonesia dari garongan koruptor para politikus atau pejabat. dia tidak ingin berada hiruk pikuk politik tetapi di KPK lah dia berpotensi memberikan manfaat.
Iri saya yang kedua, Novel sholat subuh di Masjid. padahal kita semua tahu sholat subuh berjamaah sangat berat, hanya dilakukan orang beriman dan takut kepada Allah. pastinya sosok Novel adalah orang yang religius.

Kesimpulan saya:
1. Hidup harus punya prinsip, jika menurutmu baik maka jalanilah walaupun banyak rintangan
2. Perjuangan menagakkan kebenaran banyak musuhnya, bahkan nyawa harus dipertaruhkan
3. Tawaran untuk membeli kinerja sempurna kita dilakukan dengan cara apapun, bisa lunak (jabatan/uang) maupun keras,dicelekai atau dibunuh
4. Orang religius pasti mempunyai kepribadian baik dan tidak munafik, maka percayalah terhadap orang religius yang takut kepada Tuhannya.
5. Teroris bisa dilakukan siapa saja dengan kepentingan apapun, tanpa melihat agama teroris.teror diciptakan karena mereka punya kepentingan

Selalu menjadi diri sendiri, keberhasilan dilalui dengan bekerja keras.

Jombang, 12/4/2017


Saiful
Share:

Prinsip Manajemen - disarikan dari Wikipedia dan teori sebagian besar sudah terbukti.

Prinsip manajemen
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Prinsip-prinsip manajemen adalah dasar-dasar dan nilai yang menjadi inti dari keberhasilan sebuah manajemen.
Menurut Henry Fayol. seorang industrialis asal Perancis, prinsip-prinsip dalam manajemen sebaiknya bersifat lentur dalam arti bahwa perlu di pertimbangkan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan situasi-situasi yang berubah. Prinsip - prinsip umum manajemen menurut Henry Fayol terdiri dari.

Pembagian kerja (Division of work)
Pembagian kerja harus disesuaikan dengan kemampuan dan keahlian sehingga pelaksanaan kerja berjalan efektif. Oleh karena itu, dalam penempatan karyawan harus menggunakan prinsip the right man in the right place. Pembagian kerja harus rasional/objektif, bukan emosional subyektif yang didasarkan atas dasar like and dislike.
Dengan adanya prinsip orang yang tepat ditempat yang tepat (the right man in the right place) akan memberikan jaminan terhadap kestabilan, kelancaran dan efesiensi kerja. Pembagian kerja yang baik merupakan kunci bagi penyelengaraan kerja. kecerobohan dalam pembagian kerja akan berpengaruh kurang baik dan mungkin menimbulkan kegagalan dalam penyelenggaraan pekerjaan, oleh karena itu, seorang manajer yang berpengalaman akan menempatkan pembagian kerja sebagai prinsip utama yang akan menjadi titik tolak bagi prinsip-prinsip lainnya.
Wewenang dan tanggung jawab (Authority and responsibility)
Setiap karyawan dilengkapi dengan wewenang untuk melakukan pekerjaan dan setiap wewenang melekat atau diikuti pertanggungjawaban. Wewenang dan tanggung jawab harus seimbang. Setiap pekerjaan harus dapat memberikan pertanggungjawaban yang sesuai dengan wewenang. Oleh karena itu, makin kecil wewenang makin kecil pula pertanggungjawaban demikian pula sebaliknya.
Tanggung jawab terbesar terletak pada manajer puncak. Kegagalan suatu usaha bukan terletak pada karyawan, tetapi terletak pada puncak pimpinannya karena yang mempunyai wewemang terbesar adalah manajer puncak. oleh karena itu, apabila manajer puncak tidak mempunyai keahlian dan kepemimpinan, maka wewenang yang ada padanya merupakan bumerang.
Disiplin (Discipline)
Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap pekerjaan yang menjadi tanggung jawab. Disiplin ini berhubungan erat dengan wewenang. Apabila wewenang tidak berjalan dengan semestinya, maka disiplin akan hilang. Oleh karena ini, pemegang wewenang harus dapat menanamkan disiplin terhadap dirinya sendiri sehingga mempunyai tanggung jawab terhadap pekerjaan sesuai dengan wewenang yang ada padanya.
Kesatuan perintah (Unity of command)
Dalam melakasanakan pekerjaan, karyawan harus memperhatikan prinsip kesatuan perintah sehingga pelaksanaan kerja dapat dijalankan dengan baik. Karyawan harus tahu kepada siapa ia harus bertanggung jawab sesuai dengan wewenang yang diperolehnya. Perintah yang datang dari manajer lain kepada serorang karyawan akan merusak jalannya wewenang dan tanggung jawab serta pembagian kerja.
Kesatuan pengarahan (Unity of direction)
Dalam melaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawabnya, karyawan perlu diarahkan menuju sasarannya. Kesatuan pengarahan bertalian erat dengan pembagian kerja. Kesatuan pengarahan tergantung pula terhadap kesatuan perintah. Dalam pelaksanaan kerja bisa saja terjadi adanya dua perintah sehingga menimbulkan arah yang berlawanan. Oleh karena itu, perlu alur yang jelas dari mana karyawan mendapat wewenang untuk melaksanakan pekerjaan dan kepada siapa ia harus mengetahui batas wewenang dan tanggung jawabnya agar tidak terjadi kesalahan. Pelaksanaan kesatuan pengarahan (unity of directiion) tidak dapat terlepas dari pembagian kerja, wewenang dan tanggung jawab, disiplin, serta kesatuan perintah.
Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri
Setiap karyawan harus mengabdikan kepentingan sendiri kepada kepentingan organisasi. Hal semacam itu merupakan suatu syarat yang sangat penting agar setiap kegiatan berjalan dengan lancar sehingga tujuan dapat tercapai dengan baik.
Setiap karyawan dapat mengabdikan kepentingan pribadi kepada kepentingan organisasi apabila memiliki kesadaran bahwa kepentingan pribadi sebenarnya tergantung kepada berhasil-tidaknya kepentingan organisasi. Prinsip pengabdian kepentingan pribadi kepada kepentingan organisasi dapat terwujud, apabila setiap karyawan merasa senang dalam bekerja sehingga memiliki disiplin yang tinggi.
Penggajian pegawai
Gaji atau upah bagi karyawan merupakan kompensasi yang menentukan terwujudnya kelancaran dalam bekerja. Karyawan yang diliputi perasaan cemas dan kekurangan akan sulit berkonsentrasi terhadap tugas dan kewajibannya sehingga dapat mengakibatkan ketidaksempurnaan dalam bekerja. Oleh karena itu, dalam prinsip penggajian harus dipikirkan bagaimana agar karyawan dapat bekerja dengan tenang. Sistem penggajian harus diperhitungkan agar menimbulkan kedisiplinan dan kegairahan kerja sehingga karyawan berkompetisi untuk membuat prestasi yang lebih besar. Prinsip more pay for more prestige (upah lebih untuk prestasi lebih), dan prinsip upah sama untuk prestasi yang sama perlu diterapkan sebab apabila ada perbedaan akan menimbulkan kelesuan dalam bekerja dan mungkin akan menimbulkan tindakan tidak disiplin.
Pemusatan (Centralization)
Pemusatan wewenang akan menimbulkan pemusatan tanggung jawab dalam suatu kegiatan. Tanggung jawab terakhir terletak ada orang yang memegang wewenang tertinggi atau manajer puncak. Pemusatan bukan berarti adanya kekuasaan untuk menggunakan wewenang, melainkan untuk menghindari kesimpangsiuran wewenang dan tanggung jawab. Pemusatan wewenang ini juga tidak menghilangkan asas pelimpahan wewenang (delegation of authority)
Hirarki (tingkatan)
Pembagian kerja menimbulkan adanya atasan dan bawahan. Bila pembagian kerja ini mencakup area yang cukup luas akan menimbulkan hirarki. Hirarki diukur dari wewenang terbesar yang berada pada manajer puncak dan seterusnya berurutan ke bawah. dengan adanya hirarki ini, maka setiap karyawan akan mengetahui kepada siapa ia harus bertanggung jawab dan dari siapa ia mendapat perintah.
Ketertiban (Order)
Ketertiban dalam melaksanakan pekerjaan merupakan syarat utama karena pada dasarnya tidak ada orang yang bisa bekerja dalam keadaan kacau atau tegang. Ketertiban dalam suatu pekerjaan dapat terwujud apabila seluruh karyawan, baik atasan maupun bawahan mempunyai disiplin yang tinggi. Oleh karena itu, ketertiban dan disiplin sangat dibutuhkan dalam mencapai tujuan.
Keadilan dan kejujuran
Keadilan dan kejujuran merupakan salah satu syarat untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Keadilan dan kejujuran terkait dengan moral karyawan dan tidak dapat dipisahkan. Keadilan dan kejujuran harus ditegakkan mulai dari atasan karena atasan memiliki wewenang yang paling besar. Manajer yang adil dan jujur akan menggunakan wewenangnya dengan sebaik-baiknya untuk melakukan keadilan dan kejujuran pada bawahannya.
Stabilitas kondisi karyawan
Dalam setiap kegiatan kestabilan karyawan harus dijaga sebaik-baiknya agar segala pekerjaan berjalan dengan lancar. Kestabilan karyawan terwujud karena adanya disiplin kerja yang baik dan adanya ketertiban dalam kegiatan.
Manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya memiliki keinginan, perasaan dan pikiran. Apabila keinginannya tidak terpenuhi, perasaan tertekan dan pikiran yang kacau akan menimbulkan goncangan dalam bekerja.
Prakarsa (Inisiative)
Prakarsa timbul dari dalam diri seseorang yang menggunakan daya pikir. Prakarsa menimbulkan kehendak untuk mewujudkan suatu yang berguna bagi penyelesaian pekerjaan dengan sebaik-beiknya. Jadi dalam prakarsa terhimpun kehendak, perasaan, pikiran, keahlian dan pengalaman seseorang. Oleh karena itu, setiap prakarsa yang datang dari karyawan harus dihargai. Prakarsa (inisiatif) mengandung arti menghargai orang lain, karena itu hakikatnya manusia butuh penghargaan. Setiap penolakan terhadap prakarsa karyawan merupakan salah satu langkah untuk menolak gairah kerja. Oleh karena itu, seorang manajer yang bijak akan menerima dengan senang hari prakarsa-prakarsa yang dilahirkan karyawannya.
Semangat kesatuan dan semangat korps
Setiap karyawan harus memiliki rasa kesatuan, yaitu rasa senasib sepenanggungan sehingga menimbulkan semangat kerja sama yang baik. semangat kesatuan akan lahir apabila setiap karyawan mempunyai kesadaran bahwa setiap karyawan berarti bagi karyawan lain dan karyawan lain sangat dibutuhkan oleh dirinya. Manajer yang memiliki kepemimpinan akan mampu melahirkan semangat kesatuan (esprit de corp), sedangkan manajer yang suka memaksa dengan cara-cara yang kasar akan melahirkan friction de corp (perpecahan dalam korp) dan membawa bencana


Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Prinsip_manajemen
Share:

Plan - Do - Check - Act ternyata dipakai Pep Guardiola

PDCA
(Plan - Do - Check - Act)


Mata pelajaran kuliah selalu diulang-ulang bagaimana bekerja dengan benar sehingga goal yang dituju juga tercapai pada waktu yang tepat. salah satu yang paling sering diulang ulang adalah pendekatan kerja dengan PDCA (Plan, Do, Check, Act). PDCA diformulasikan oleh Dr. William Edwards Deming.
Ketika "makan" bangku kuliah, fikiran saya tidak banyak nyambung ke praktek kerja karena kita tidak berdekatan langsung dengan masalah yang ada di pekerjaan. Masalah yang kita tangani di organisasi kampus hanya masalah kecil dan tidak berefek jauh.

ada hal yang menarik dari PDCA ini yaitu:
1. PLAN --> Tantangan kerja atau masalah kerja yang ada memang harus kita berani selesaikan dengan perencanaan yang matang. Membuat rencana pun harus SEMATANG mungkin, jangan 80%, 90% atau 99% tetapi harus 100%. Masalah yang sering terjadi adalah planning dibuat setengah hati....hehehe
2. DO --> Memulai pekerjaan dengan beragam masalah yang ada pasti memerlukan kesiapan mental karena akan ada benturan yang kuat, biaya yang tidak sedikit, kelelahan yang sangat, penurunan hasil dst. Tapi jangan mundur dulu karena ini harus kita jalankan untuk mencapai C dan A selanjutnya.
Kita harus mempercayakan pimpinan bahwa apa yang kita lakukan ada hasilnya, jangan menyerah karena ada cobaan.
Kita akan mendapati anak buah kita menggerutu "kenapa harus begini kenapa harus begitu" dst, penolakan dari bawahan kadang terjadi dan ini harus bisa kita selesaikan....bisiki telinga kita "Mungkin mereka belum tahu".
3. CHECK --> Hasil dari kerja yang kita lakukan di Point 2 akan kita cek apakah sudah berjalan sesuai planning atau tidak. Jangan main-main dalam cek ini, karena kecerdasan kita akan terlihat disini...Ini yang biasanya jarang dilakukan, ketika ditanya apakah sudah dikerjakan maka mereka akan menjawab sudah - sudah dengan kualitas seadanya atau asal bapak senang.
4. ACT --> Kita harus menindaklanjuti pekerjaan kita diatas, yang kita lakukan yaitu perbaikan jika ada masalah. jangan segan segan untuk mengatakan tidak bisa dilakukan karena alasan bla..bla..bla sehingga akan dicari ide atau solusi lain. biasanya kita selalu memaksakan ide atau teori yang kita punya dengan tidak mengindahkan masalah dan kendala yang dihadapi. misalnya untuk angkut keranda dibutuhkan orang sebanyak 4 orang, kita dipaksa pakai orang 2...kita bilang bisa.....ya pasti datang sampai kuburan malam hari.......hehehe..

Saya dulunya salah satu pengagum Pep Guardiola yang mempersembahkan banyak gelar bersama Barcelona mulai dari level lokal Spanyol sampai level internasional.
Anda tahu dulunya Pep ini hanya melatih klub Barcelona B dan tidak banyak dikenal. Akhirnya dengan banyak pertimbangan presiden FC Barcelona memilih dia untuk menukangi tim senior. banyak yang meragukan kemampuan racikan Pep ini karena memang sebelumnya pelatih Barcelona senior diambil dari negara non lokal yang sudah berpengalaman.
Dalam pertandingan awal  musim gebrakannya luar biasa, saya masih ingat ketika Barcelona menelanjangi Madrid 5 gol tanpa balas, Mourinho dipecundangi oleh pelatih lokal...wow

Pep mempunyai analisa yang kuat, pep tidak segan dalam mengganti formulasinya dalam menghadapi tim lawan. Kalau anda sering melihat gaya main Barcelona maka anda akan melihat bahwa tim ini bermain tidak sewajarnya bermain bola.
a. Ball possesion selalu hampir dikuasai 70% tujuannya menghemat tenaga para pemain dan hal ini membuat lawan kelelahan mengejar bola.
b. Terkadang ada 6 pemain bermain di kotak penalti lawan, hal ini sangat membingunkan back lawan lha wong yang biasanya dijaga hanya 2 pemain dalam formasi 4-4-2.
c. Letakkan hanya 2 back saja di belakang ketika menyerang, kecerdasannya dimana Pep berani gambling ketika menyerang
d. Pemain belakang menggocek bola di area penalti lawan alias tugas di posisi striker, model apa coba.
e. Barcelona tanpa striker, 3 posisi penyerang diposisikan ditengah bahkan area belakang ketika bertahan. anda pernah melihat messi menghadapi striker lawan untuk menghentikan bola....Messi bermain terlalu ke belakang...
f. lainnya cari sendiri..........
ini tim Edan bener....wkwkwkwk - mbahas PDCA sampai ke Pep Guardiola?????? :)

Saya hanya ingin menyampaikan strategi yang diterapkan menghadapi masing-masng lawan bisa berbeda sama sekali untuk menghasilkan goal. Pep pastinya sudah lakukan PDCA dengan baik.

sekali lagi kecerdasan membuat perencanaan akan berefek kepada goal yang dicapai.
dibutuhkan keberanian, perubahan, transformasi dst untuk merubah kebiasaan yang tidak efektif menjadi bernilai efektif.

Jombang, 28 September 2016.


Saiful Maulana
Share:

Popular Posts

Popular Post

Labels

Recent Posts